Saturday, October 20, 2012

Sublimasi (menggunakan naftalen kotor)

Prinsip Kerja : memisahkan 2 atau lebih campuran senyawa / zat / bahan dengan berdasarkan perbedaan perbedaan kelarutan dalam pelarut tertentu, damana zat yang akan dimurnikan sehingga dengan penyaring akan terpisah dari zat pengotornya

Tujuan Praktikum :
  • mampu melakukan teknik sublimasi
  • mampu mengetahui alat alat yang digunakan pada saat proses sublimasi

Dasar teori : Sublimasi adalah perubahan wujud dari padat ke gas tanpa mencair terlebih dahulu. Pada tekanan normal, kebanyakan benda dan zat memiliki tiga bentuk yang berbeda pada suhu yang berbeda. Pada kasus ini transisi dari wujud padat ke gas membutuhkan wujud antara. Namun untuk beberapa antara, wujudnya bisa langsung berubah ke gas tanpa harus mencair. Ini bisa terjadi apabila tekanan udara pada zat tersebut terlalu rendah untuk mencegah molekul-molekul ini melepaskan diri dari wujud padat.
Pada proses sublimasi, senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair dahulu. Kemudian uap senyawa tersebut, bila didinginkan akan langsung berubah menjadi fasa padat kembali. Senyawa padat yang dihasilkan akan lebih murni dari pada senyawa padat semula, karena pada waktu dipanaskan hanya senyawa tersebut yang menyublim sedangkan pengotornya tetap tertinggal dalam cawan

Alat dan Bahan :
  1. cawan penguapan
  2. kapas / tissue
  3. corong pendek
  4. kaki tiga
  5. kassa asbes
  6. pembakar Bunsen
  7. gelas kimia
  8. kaca arloji
  9. kertas isap
  10. pipet tetes
  11. naftalen kotor

Prosedur / langkah kerja :
  1. masukkan satu sendok teh naftalen kotor kedalam cawan penguapan, tutup cawan dengan sepotong kertas isap yang sudah dilubangi jarum
  2. letakkan corong diatas cawan dengan posisi terbalik dan tutuplah ujung tangkai corong dengan kapas / tissue
  3. panaskan cawan dengan nyala api yang kecil
  4. perhatikan uap yang naik melalui lubang lubang pada kertas isap dan pembentukan kristal kristal pada corong

 Pembahasan :
  1. pada saat sublimasi ujung corong di sumbat kapas / tissue, tujuan nya agar pada saat penguapan tidak ada uap yang keluar bebas, yang akan menyebabkan uap itu dapat terhirup dan dapat membentuk kristal dalam tubuh
  2. kertas yang digunakan untuk menutup cawan diberi lubang di tengahnya, agar uap keluar dari cawan penguapan dan mengalami pendinginan dalam corong pendek, yang kemudian hasil sublimasi bisa terlihat
  3. pada saat pemanasan sublimasi menggunakan api yang kecil dan jauh karena pemanasan hanya untuk mempercepat proses sublimasi dan jika apinya besar dikhawatirkan kristal yang sudah jadi akan meleleh kembali

Kesimpulan :
  1. sublimasi adalah metoda pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu
  2. benda yang dapat mengalami sublimasi akan tetap mengalami sublimasi pada suhu berapapun (contohnya naftalen/kamper)
  3. hasil dari sublimasi naftalen adalah berbentuk kristal kristal seperti jarum kecil yang halus dan tidak beraturan juga tidak berwarna yang menempel pada kaca arloji, kertas isap dan corong pendek
  4. sisa pengotornya yaitu berbentuk butiran serbuk halus berwarna hitam yang tertinggal dibawah gelas kimia dan cawan penguapan

4 comments:

ibrahimkisaragi said...

thx gan......ini bermanfaat bgt...walaupun ane kgk msk Analis Kimia.....tpi ane seneng dapet ni materi

Syafiq Dhia said...

samasama . . tapi ngerti sama materi ini ?

ibrahimkisaragi said...

g terlalu gan.......mohon bantuannya.....hehehe....maklum, ane kan lebih ke Teknik Komputer

Nanang Supriyanto said...

sangat bermanfaat

Post a Comment

newer post older post Home